Mobil Kurang Nyaman, Cek 2 Tanda Ini di Ban

Mobil Kurang Nyaman, Cek 2 Tanda Ini di Ban

VIVA   – Berbarengan pemakaian, kenyamanan dari kendaraan pasti mengalami perubahan. Hal itu dikarenakan ada komponen yang masa pakainya mulai berkurang, seperti suspensi serta ban.

Contohnya,   setir terasa tidak stabil, bergetar  atau berat, disusul gerak jalan yang cenderung miring ke bagian tertentu.   Kondisi itu naganaganya akibat adanya perubahan pada  sudut  ban mobil, dari  posisi depan yang sudah diatur oleh kilang.

Solusi  untuk urusan ini adalah perawatan  penyelarasan roda kendaraan  atau spooring . Namun, bagi orang awam tentu tidak mudah mengetahui apakah roda mobil mereka membutuhkan pembelaan tersebut atau yang lainnya.

Presiden  Direktur  Hankook Tire Sales Indonesia,   Yoonsoo Shin  menyarankan pengemudi  agar jangan mengabaikan kondisi ban dengan tidak selaras  dan baru menjemput tindakan setelah kondisi benar-benar dirasa mengganggu.

“Pengemudi sanggup memeriksa kondisi  wheel alignment   secara mandiri, secara mengecek  Tread Wear Indicator   dan  alignment indicator   yang sudah diletakkan di tiap ban.   Alignment indicator  berbentuk dua pasang lubang kecil di kedua sisi luar dari per telapak ban. Jika posisi jalan bermasalah, salah satu lubang hendak terkikis terlebih dahulu, ” ujarnya melalui keterangan resmi, dikutip  VIVA Otomotif  Senin 27 Juli 2020.

Menurut Yoonsoo, perawatan  wheel alignment  sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali atau jika organ telah menempuh jarak sejauh 20 ribu kilometer. Namun, hal ini bukan merupakan patokan yang baku.

Sebagai informasi, Hankook menghadirkan ban secara teknologi  alignment indicator pertama kali di Indonesia pada 2013, yakni di seimbang Kinergy. Selain itu, teknologi dengan sama juga ada di kemuliaan Ventus.

  Mereka juga menggelar promo, bekerja setara dengan  B-Quik atau 1 Station. Kerja sama ini berupa program  spooring  gratis pada pelanggan Hankook selama  Agustus 2020, dengan pembelian minimal 2 jalan Hankook.