KPPU Soroti Dugaan Kartel Oli

KPPU Soroti Dugaan Kartel Oli

VIVA   – Komisi Pengawas Persaingan Usaha menyoroti dugaan adanya praktik monopoli pelumas kendaraan di Indonesia, yang dikerjakan oleh produsen sepeda motor terbesar di Tanah Air, yakni PT Astra Honda Motor.

Dikutip  VIVA Otomotif  dari laman resmi KPPU , Kamis 30 Juli 2020, disebutkan bahwa mereka hari ini memulai persidangan Majelis Komite yang melibatkan dugaan tying dan bundling dengan dilakukan oleh AHM  dalam pemasaran pelumas kendaraan roda dua.

KPPU menjelaskan, bahwa AHM dituding melakukan praktik monopoli berupa penjualan eksklusif produk pelumas AHM di setiap Astra Honda Authorized Service Station atau AHASS.

AHASS ialah bengkel resmi yang melayani perawatan dan perbaikan sepeda motor merek Honda berbagai tipe, termasuk skuter matik. Jaminan garansi mesin yang diberikan AHM pada setiap sepeda motor baru, hanya berlaku semasa perawatan dan perbaikan dilakukan di tempat ini.

Tidak seperti bengkel resmi lainnya, AHASS bisa didirikan tanpa memerlukan eksistensi diler penjualan. Bengkel ini bisa dimiliki oleh perseorangan maupun kongsi.

Karena ditunjuk langsung untuk menangani servis resmi dan garansi, maka setiap AHASS diwajibkan untuk mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh AHM, termasuk lengah satunya menggunakan pelumas buatan itu.

Pengerjaan itu yang dianggap KPPU sebagai monopoli, karena berdampak pada menurunnya penjualan produk pelumas merek asing di Indonesia. Sayangnya, sidang yang seharusnya digelar hari ini terdesak diundur.