Hasil Mobil Legendaris Ini Terus Meningkat di Indonesia

Hasil Mobil Legendaris Ini Terus Meningkat di Indonesia

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

VIVA   – Tahun 2020 menjadi masa yang menggembirakan untuk PT Suzuki Indomobil Sales, karena mereka merayakan eksistensi perusahaan dalam Indonesia yang ke-50 tahun.

Perjalanan bisnis mereka dimulai pada 1970, saat memasarkan besar di Tanah Air. Enam tarikh kemudian, mereka mulai menjual mobil tipe ST10 dan Fronte.

Tak lama kemudian, SIS menghadirkan model mobil yang nantinya akan menjadi legenda di dunia otomotif nasional, yakni Suzuki Carry.

“Suzuki Carry pertama kali dijual di daerah Manado, awalnya untuk menolong para petani cengkeh di kian pada 1970-an, ” ujar Eksekutif Pemasaran Kendaraan Empat Roda PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra beberapa waktu lalu.

Selain keandalannya, hal lain dengan dianggap menarik dari mobil pikap tersebut adalah suku cadang, dengan kualitasnya bisa mencapai delapan tingkat.

“Carry itu daripada tahun 1976, kalau bicara onderdil, itu di pasaran sampai grade 8. Mobil lain paling suku cadang orisinal, kw super, & kw 2, ” tuturnya.

Sebagai perumpamaan, kata Donny, saringan bensin Carry  orisinal Suzuki Rp40 ribuan, kw 1 itu  Rp35 ribu, bahkan ada yang harganya Rp5 ribu.

Tak heran jikalau sampai saat ini mobil itu permintaannya terus tinggi, meski di dalam kondisi pandemi. Bahkan, dilansir  VIVA Otomotif   dibanding keterangan resmi SIS, Senin 30 November 2020, sepanjang Januari hingga Oktober tahun ini Carry telah laku lebih dari 31 seperseribu unit.

“Selama Januari-Oktober 2020, total penjualan Carry pikap  mencapai 31. 175 unit serta berkontribusi hingga 60, 4 persen  untuk segmen kendaraan niaga rendah. Pada periode yang sama di tahun lalu, Carry juga menguasai dengan angka 57 persen, ” ungkapnya.

Tak hanya mendominasi di segmennya, mobil yang ditawarkan dengan harga mulai Rp145 jutaan itu juga menjadi kontributor terbanyak total penjualan Suzuki dengan nasional. Pada periode Januari-Oktober tarikh ini, New Carry Pick Up berkontribusi sebesar 55 persen.